Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat, Dilengkapi Lafadz Arab, Latin dan Artinya

Diposting pada

Doa Iftitah – Disini kami akan menuliskan sebuah bacaan doa iftitah yang mana bacaan doa tersebut dibaca ketika awal sholat setelah membaca takbiratul ikhram, lebih tepatnya sebelum membaca surat Al-Fatihah. Adapun hukum bacaan iftitah tersebut adalah sunat.

Meski sunanah tetapi sangat dianjurkan untuk dibacakan selagi masih ada waktu dalam sholat dan tidak mengurangi syarat dan rukun sholat, baik itu sebagai imam ataupun sebagai makmum atau juga dalam sholat sendiri (munfaridz) dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah. Maka bacalah bacaan doa iftitah tersebut karena sangatlah besar keutamaannya.

Tetapi jika dalam sholat fardhu ketika menjadi makmum lalu sholatnya ketinggalan atau biasa disebut masbok maka sebaiknya langsung membaca surat Al-Fatihah untuk menyempurnakan bacaan Fatihah dalam sholat.

Perlu diketahui juga, karena mungkin diantara sahabat ada yang belum betul memahami, bahwa membaca bacaan iftitah di bacakan satu kali saja yakni ketika rakaat pertama setelah takbiratul ikhram seperti yang di bahas tadi diatas.

Berikut ini doa Iftitah selengkapnya:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

Sumber

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *